Lukisan Maha Karya Maestro Dunia

London sendiri menjadi salah satu negara yang sangat terkenal sebagai gudangnya galeri dan juga museum seni dunia. Jumlahnya ada sekitar 300 museum seni dan sebagian besar museum di sana memang dapat diakses secara gratis. Tenggelam dalam berbagai macam galeri-galeri seni yang sangat luas di London adalah sebuah kegiatan yang sangat mengasyikkan, dan menjadi salah satu kegiatan yang sayang sekali jika dilewatkan. 

Lukisan Maha Karya Maestro Dunia 

Banyak sekali karya seni yang layak dikagumi dan juga dinikmati. Karena ada banyak sekali pelukis terkenal yang ada di dunia ini. Dari banyaknya pelukis, ada sejumlah tokoh yang menciptakan sebuah karya masterpiece dengan mendedikasikan karir dan hidupnya hanya untuk dunia seni, khususnya adalah seni lukis. 

Dalam artikel ini akan dibahas, beberapa lukisan karya Maestro Dunia, yang hingga saat ini masih di abadikan. Selain anda dapat memperkaya pengetahuan tentang seni, anda sekaligus dapat mengetahui budaya dan sejarah tentang Britania Raya serta Eropa. 

The Arnolfini Portrait (Jan van Eyck, 1434)

Lukisan pertama yang akan dibahas adalah lukisan yang dibuat lebih dari 600 tahun yang lalu. Lukisan ini merupakan salah satu lukisan pertama yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar cat minyak kayu. Jika kita melihat lebih detail lukisan ini, akan terlihat empat orang di dalam lukisan. Dua orang dapat kita lihat sebagai Tuan dan Nyonya Arnolfini yang sedang menyambut dua tamu yang datang berkunjung ke kediaman mereka.

Dua tamu tersebut dapat anda lihat di cermin yang ada di dalam lukisan tersebut. Di dalam lukisan ini memang terdapat banyak sekali detail yang sangat kecil. Sang pelukisnya bahkan sampai harus menggunakan kaca pembesar untuk dapat menyelesaikannya semuanya dengan sempurna.

The Ambassadors (Hans Holbein the Younger, 1533)

Hans Holbein the Younger adalah seorang pelukis dengan keahlian tinggi, ia ada pada periode Tudor di Inggris. Di dalam lukisannya tersebut ada sebuah tengkorak yang oleh pelukisnya sengaja dibuat dengan menggunakan distorsi. Gambar tengkorak ini baru bisa terlihat proporsional jika seseorang melihat lukisan ini dari jarak dan sudut tertentu saja. Jadi biasanya orang-orang yang berkunjung akan menemukan jarak dan sudut yang tepat untuk bisa melihat bentuk tengkorak secara proporsional. Lokasi dari lukisan The Ambassadors ini sekarang berada di National Gallery.

William Shakespeare (John Taylor, 1600)

Kontras sekali memang dengan jumlah karyanya yang sangat banyak, lukisan potret William Shakespeare ini merupakan satu-satunya dari potret diri pujangga kenamaan Britania Raya. Selain lukisan potret yang dibuat lebih dari 400 tahun yang lalu ini, tidak berhasil ditemukannya dokumentasi lain yang menggambarkan wajah dari pembuat cerita yang sangat terkenal, Romeo and Juliet ini. 

Whistlejacket (George Stubbs, 1762)

Whistlejacket adalah sebuah nama kuda yang sedang berjingkrak di dalam sebuah lukisan. George Stubbs, pelukis dengan aliran naturalisme melukis seekor kuda dengan ukuran yang sama seperti aslinya. Jadi bisa anda bayangkan bagaimana besarnya lukisan ini. Salah satu lukisan bersejarah ini sekarang disimpan di museum National Gallery.

The Fighting Temeraire (J.M.W. Turner, 1839)

Usia lukisan yang satu ini memang sudah berumur lebih dari 150 tahun. Lukisan yang mengisahkan akhir kejayaan sebuah kapal perang tua bernama kapal Temeraire, yang pada saat itu sedang diderek untuk dibawa ke tempat pembuangan kapal. Turner, salah satu pelukis yang dikenal dengan sebutan the painter of light, memanggil lukisannya ini dengan panggilan darling karena ini adalah lukisan kesayangannya.

Ia bahkan tidak menjual lukisan ini semasa hidupnya. Saat dirinya meninggal ia menyerahkan lukisan tersebut kepada negara untuk dapat dinikmati banyak orang. Sekarang Lokasi dari lukisan ini berada di National Gallery.

Ophelia (John Millais, 1851 -1852)

Lukisan ini adalah sebuah lukisan yang diangkat dari salah satu cerita Hamlet karya sastrawan Inggris yang cukup terkenal, yaitu Shakespeare. Karakter utamanya, Ophelia, sangat sedih dengan kematian sang ayah dan ia tenggelam di sungai saat sedang memetik bunga. Untuk menciptakan sebuah kesan yang sangat nyata, sang pelukis yang menganut aliran realisme rela menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam cuaca buruk untuk dapat melukis di tepi sungai.

Berbagai jenis bunga yang bisa kita pandangi di dalam lukisan ini salah satu hasil kerja kerasnya itu. Setiap bunga punya simbol masing-masing seperti weeping willows mencerminkan kesedihan, nettles kepedihan, roses cinta dan keindahan, pansies pikiran, daisies kepolosan, poppies dan violets kematian. Lukisan unik yang satu ini sekarang di simpan di Tate Britain.

A Bar at the Folies-Bergere (Édouard Manet, 1882)

Lukisan yang satu  ini menggambarkan situasi di sebuah bar di kota Paris yang ada pada abad ke-19. Karya seni ini adalah salah satu dari karya pelukis impresionis Edouard Manet yang paling terkenal, dikarenakan lukisan ini penuh dengan berbagai detail yang menarik untuk diamati. Salah satunya adalah detil sepatu dari pemain akrobat trapeze berwarna hijau terang yang ada di dalam lukisan tersebut, serta tanda tangan pelukis yang ada di salah satu gambar botol. Karena setiap detailnya menarik, maka lukisan ini jadi salah satu lukisan yang cukup terkenal di dunia.  Lokasi dari lukisan ini, sekarang berada di Courthauld Gallery.

Sunflowers (Vincent van Gogh, 1888)

Saat ini, Sunflowers adalah salah satu dari lukisan termahal yang ada di dunia. Namun cukup ironis, karena semasa hidupnya sang pelukis hidup susah karena tidak ada satupun lukisannya yang berhasil di jual. Van Gogh melukisnya untuk menyambut sang sahabat, Paul Gauguin, yang akan datang berkunjung ke rumahnya. Warna kuning menyimbolkan persahabatan dan juga sebuah kebahagiaan.

Lewat lukisan ini, Van Gogh juga ingin mengingatkan betapa kehidupan ini ternyata sangat rapuh. Di dalam lukisan ini di gambarkan beberapa batang bunga yang layu untuk menyampaikan pesan bahwa hidup memang penuh dengan kerapuhan. Sekarang Lokasi lukisan ini berada di National Gallery.

Self-portrait with a Bandaged Ear (Vincent van Gogh, 1889)

Semasa hidupnya, pelukis post-impresionisme ini diketahui memang mempunyai sebuah masalah kejiwaan. Situasi ini kemudian semakin diperburuk juga dengan keadaan ekonomi yang sulit karena tidak satupun orang yang membeli lukisannya. 

Ia melukis Self-portrait with a Bandaged Ear setelah peristiwa pertengkaran dengan sahabatnya, yaitu Paul Gauguin, yang berujung kepada sebuah kesedihan. Kesedihan tersebut diungkapkannya dengan cara menyayat sendiri telinga kanannya. Lukisan ini disebut-sebut sangat menggambarkan sebuah kepedihan dan kesedihan van Gogh.

Water-Lilies (Claude Monet, 1916)

Claude Monet adalah salah satu pelukis pionir dalam aliran impresionisme, pelukis yang sepanjang hidupnya dikenal suka membuat serangkaian lukisan dengan objek yang sama namun dibuat dengan kondisi cahaya yang berbeda-beda. Hal ini membuat setiap lukisannya menjadi sebuah karya seni yang unik. Salah satu dari rangkaian lukisan yang cukup terkenal adalah the water-lily series.

Demikian itulah beberapa mahakarya lukisan dari maestro dunia, lukisan-lukisan tersebut sekarang menjadi salah satu lukisan-lukisan mahal dengan nilai seni tinggi yang langka, jika anda ingin melihat beberapa lukisan tersebut anda dapat berkunjung ke beberapa museum yang memamerkannya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *